Jumat, 20 April 2012

Makalah Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja


BAB I
PENDAHULUAN 
1.1  Latar Belakang
Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.
Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. 
1.2  Rumusan Masalah
a)     Bagaimana perumusan istilah remaja ?
b)     Apa yang dimaksud dengan remaja ?
c)     Bagaimana rentang usia dan ciri-ciri pada masa remaja ?
d)     Apa sajakah macam-macam tugas perkembangan ?
e)     Bagaimanakah implikasi tugas-tugas perkembangan remaja dalam penyelenggaraan pendidikan ?
1.3  Tujuan Penulisan
a)     Untuk mengetahui dan menjelaskan perumusan dari istilah remaja.
b)     Untuk mengetahui dan menjelaskan definisi remaja.
c)     Untuk mengetahui rentang usia dan ciri-ciri masa remaja.
d)     Untuk mengetahui macam-macam tugas perkembangan.
e)     Untuk mengetahui dan menjelaskan implikasi tugas-tugas perkembangan remaja dalam penyelenggaraan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN 
2.1 Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja
A.    Perumusan Istilah Remaja
Istilah yang sering dipakai untuk menunjukkan masa remaja, antara lain puberteit, adolescentia, dan youth. Istilah puberty (Inggris) atau puberteit (Belanda) berasal dari Bahasa Latin, pubertas yang berarti kedewasaan (the age of manhood). Penggunaan istilah ini lebih terbatas menunjukkan mulai berkembang dan tercapainya kematangan seksual. Puberty sering diartikan sebagai terciptanya kematangan seksual ditinjau dari aspek biologis.
Istilah adolescentia berasal dari kata Latin, yakni Adulescentis yang artinya masa muda. Adolescence menunjukkan masa yang tercepat antara 12-22 tahun dan mencakup seluruh perkembangan psikis yang terjadi pada masa tersebut.
Namun dari beberapa istilah tersebut memiliki kecenderungan untuk memberikan arti yang sama. Di indonesia, baik istilah pubertas maupun adolescensia dipakai dalam arti umum yaitu remaja.
B.     Definisi Remaja
Banyak definisi yang dikemukakan tentang remaja, diantaranya :
1.      Remaja menurut hukum
Konsep tentang remaja, remaja bukanlah berasal dari bidang hukum melainkan berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial. Dalam hubungannya dengan hukum tampaknya hanya Undang-Undang Perkawinan saja yang mengenal konsep tentang remaja walaupun tidak secara terbuka.
2.      Remaja ditinjau dari sudut perkembangan fisik
Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lain yang terkait,  remaja dikenal sebagai tahap perkembangan fisik dimana alat-alat kelamin manusia sudah mencapai kematangannya. 
3.      Batasan remaja menurut WHO
Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana :
a)        Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
b)       Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
c)        Terjadi peralihan ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.
4.      Remaja ditinjau dari faktor-faktor sosial psikologis
            Salah satu ciri remaja disamping tanda-tanda seksualnya adalah perkembangan psikologis dan pada identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa puncak perkembangannya ditandai dengan adanya proses perubahan dari kondisi entropy (keadaan dimana kesadaran manusia belum tersusun rapi) ke kondisi ngentropy (keadaan dimana kesadaran manusia sudah tersusun baik).
5.      Definisi remaja untuk masyarakat indonesia
Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 dan belum menikah. Pertimbangan-pertimbangannya adalah sebagai berikut :
1)       Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai nampak (kriteria fisik).
2)       Banyak masyarakat Indonesia, usia 11 tahun sudah dianggap akil balik, baik menurut adat maupun agama.
3)       Pada usia tersebut mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapainya identitas diri (ego identity = Erikson), tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual (Freud), tercapainya puncak perkembangan kognitif (Piaget) maupun moral (Kholberg) (kriteria psikologik).
4)       Batasan usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu  untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa.
5)       Status perkawinan sangat menentukan, karena perkawinan masih sangat penting di masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Seseorang yang sudah menikah berapa pun usianya, sudah dianggap diperlakukan sebagai orang dewasa penuh, baik secara hukum maupun dalam kehidupan masyarakat dan keluarga.
C.    Rentang Usia dan Ciri-ciri Masa Remaja
Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1. Periode Masa Pubertas usia 12-18 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.
Cirinya:
-       Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
-       Anak mulai bersikap kritis.
b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal.
Cirinya:
-       Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya.
-       Memperhatikan penampilan.
-       Sikapnya tidak menentu/plin-plan.
-       Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib.
c.    Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen.
Cirinya:
-       Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.
-       Proses kedewasaan jasmani pada remaja putri lebih awal dari remaja pria.
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Periode ini merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
-       Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis.
-       Mulai menyadari akan realitas.
-       Sikapnya mulai jelas tentang hidup.
-       Mulai nampak bakat dan minatnya.
2.2 Tugas-tugas Perkembangan Remaja
A.       Macam-macam Tugas Perkembangan
Adapun tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi pada remaja, antara lain sebagai berikut:
1)       Mencapai hubungan yang baru dan lebih matang dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis.
2)       Mencapai peran sosial maskulin dan feminin.
3)       Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif.
4)       Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya.
5)       Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi.
6)       Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja.
7)       Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga.
8)       Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara.
9)       Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial.
10)   Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock, 1973).
B.     Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja Dalam Penyelenggaraan  Pendidikan
Memperhatikan banyaknya faktor kehidupan yang berada di lingkungan remaja, maka pemikiran tentang penyelenggaraan pendidikan juga harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Sekalipun dalam penyelenggaraan pendidikan diakui bahwa tidak mungkin memenuhi tuntutan dan harapan seluruh factor yang berlaku tersebut.
a.      Pendidikan yang berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang  diselenggarakan di luar sekolah maupun di dalam sekolah, pada umumnya diselenggrakan dalam bentuk klasikal. Penyelenggraan pendidikan klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua remaja yang tergabung dalam kelas. Pengakuan terhadap kemampuan setiap pribadi yang beraneka ragam itu menjadi kurang, oleh karena itu yang harus mendapatkan perhatian di dalam penyelenggraan pendidikan adalah sifat-sifat dan kebutuhan umum remaja. Seperti pengakuan akan kemampuannya, ingin untuk mendapatkan kepercayaan, kebebasan dan semacamnya
b.      Beberapa usaha yang perlu dilakukan didalam penyelenggaraan pendidikan, sehubungan dengan minat dan kemampuan remaja yang dikaitkan terhadap cita-cita kehidupan antara lain :
1.        Bimbingan karir dalam upaya mengarahkan siswa untuk menentukan pilihan jenis pendidikan dan jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.
2.        Memberikan latihan-latihan praktis terhadap siswa dengan berorientasi terhadap kondisi tuntutan lingkungan.
3.        Penyusunan kurikulum yang berkomprehensip dengan tetap mengembangkan kurikulum muatan lokal.
c.      Keberhasilan dalam memilih pasangan hidup untuk membentuk keluarga banyak ditentukan oleh pengalaman dan penyelesaian tugas-tugas perkembangan masa-masa sebelumnya. Untuk mengembangkan model keluarga yang ideal, maka perlu dilakukan :
1.      Bimbingan tentang cara pergaulan dengan mengajarkan etika pergaulan lewat pendidikan budi pekerti dan pendidikan keluarga.
2.      Bimbingan siswa untuk memahami norma yang berlaku baik dalam keluarga, sekolah maupun didalam masyarakat. Untuk kepentingan ini diperlakukan arahan untuk kebebasan emosianal dari orang tua.
3.      Pendidikan tentang nilai kehidupan untuk mengenal norma kehidupan sosial kemasyarakatan perlu dilakukan pendidikan praktis melalui organisasi pemuda, pertemuan dengan orang tua secara periodik dan pemantapan pendidikan agama baik di dalam maupun di luar sekolah.                     
BAB III
PENUTUP
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis dan tanda-tanda seksualnya. Banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Alexabder, T. 1980. Development Psychology. New York:
            Litton Educational Publishing, Inc.
Mappiare, A. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Rifai, M. S. S. 1987. Psikologi Perkembangan Remaja. Jakarta: PT
            Bina Aksara